Kuliner Blok M Makin Ramai, Spot Baru Mulai Diburu
IndoKuliner – Kuliner Blok M kembali menjadi salah satu magnet bagi pencinta makanan di Jakarta Selatan. Kawasan yang sejak lama dikenal sebagai tempat nongkrong ini sekarang terasa semakin berwarna. Warung legendaris masih bertahan, sementara restoran, bakery, kedai minuman, dan gerai makanan baru terus bermunculan. Menariknya, pengunjung tidak hanya datang untuk makan. Banyak orang sengaja berjalan dari satu sudut ke sudut lain untuk mencari menu yang sedang ramai dibicarakan. Fenomena tersebut membuat aktivitas kuliner di Blok M terasa seperti perjalanan kecil yang penuh kejutan. Selain itu, karakter setiap area juga berbeda. Blok M Square menawarkan nuansa kuliner lama yang kuat. Sementara itu, Melawai dan Pasaraya menghadirkan lebih banyak pilihan modern. Kehadiran Blok M Hub ikut memperluas pilihan tersebut. Karena itu, Blok M sekarang tidak bergantung pada satu tempat viral saja. Kawasan ini berkembang menjadi ekosistem kuliner yang hidup dan terus berubah.
Baca Juga: Truffle Mushroom Pasta Viral, Menu Simpel dengan Rasa Mewah
Blok M Hub Membawa Wajah Baru bagi Kawasan
Salah satu perubahan yang paling terasa datang dari Blok M Hub. Area basement Terminal Blok M dan bekas Mal Blok M telah direvitalisasi menjadi ruang aktivitas yang terhubung dengan jaringan transportasi publik. Kehadiran area ini kemudian membuka ruang bagi berbagai tenant kuliner. Pilihannya beragam, mulai dari makanan berat hingga camilan dan minuman kekinian. Situasi tersebut membuat pengunjung memiliki alasan baru untuk menjelajahi Blok M. Mereka tidak harus langsung menuju kawasan Melawai atau Blok M Square seperti dahulu. Sebaliknya, perjalanan berburu makanan bisa dimulai sejak keluar dari area transit. Konsep seperti ini terasa relevan dengan kebiasaan masyarakat perkotaan. Pengunjung menginginkan tempat yang mudah dicapai, mempunyai banyak pilihan, serta nyaman untuk berpindah dari satu gerai ke gerai lain. Oleh karena itu, Blok M Hub menjadi bagian penting dalam perkembangan wajah kuliner kawasan ini.
Spot Baru Bermunculan dengan Konsep Semakin Beragam
Daya tarik kuliner Blok M juga datang dari munculnya tempat makan baru dengan konsep yang berbeda. Sepanjang 2026, sejumlah gerai baru tercatat hadir di kawasan Blok M dan sekitarnya. Misalnya, Nasi Lidah Gajah Mada menawarkan olahan lidah sapi dengan bumbu hitam dan sambal bawang. Ada pula Nori No Tabi di Pasaraya Blok M yang membawa konsep taco fusion dengan nori sebagai pembungkusnya. Sementara itu, Mukbang Corner menawarkan pilihan Korean street food. Kehadiran konsep yang beragam membuat pengunjung tidak mudah bosan. Dalam satu perjalanan, seseorang dapat menikmati makanan Indonesia, kemudian mencoba camilan Korea atau sajian bergaya Jepang. Menurut saya, keragaman inilah yang menjadi kekuatan Blok M. Kawasan tersebut tidak berusaha membangun satu identitas rasa. Sebaliknya, Blok M memberi ruang kepada berbagai konsep untuk bertemu dalam satu kawasan yang relatif mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.
Makanan Legendaris Tetap Bertahan di Tengah Tren Baru
Meski tempat baru terus bermunculan, wajah lama Blok M belum kehilangan penggemar. Makanan seperti gultik, nasi uduk, sate, serta mie ayam tetap menjadi bagian penting dari pengalaman kuliner kawasan ini. Mie Ayam Baso Dondon di basement Blok M Square, misalnya, kembali mendapatkan perhatian di era media sosial meskipun telah hadir sejak dekade 1980-an. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tren baru tidak selalu menggusur pemain lama. Justru, media sosial dapat mempertemukan kuliner lintas generasi dengan pengunjung yang lebih muda. Di sisi lain, tempat legendaris memberi karakter yang sulit ditiru kawasan kuliner baru. Pengunjung bisa membeli makanan modern pada satu titik, kemudian berjalan beberapa menit untuk menikmati hidangan yang sudah dikenal selama puluhan tahun. Perpaduan tersebut menciptakan pengalaman yang terasa autentik. Dengan demikian, kekuatan Blok M bukan hanya terletak pada banyaknya gerai baru, tetapi juga kemampuannya mempertahankan jejak kuliner lama.
Akses Transportasi Membuat Perburuan Kuliner Lebih Mudah
Ramainya kuliner Blok M juga sulit dipisahkan dari akses transportasi publik. Stasiun MRT Blok M BCA berada sangat dekat dengan pusat aktivitas kawasan. Selain itu, terminal bus menjadi simpul perjalanan penting bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Konektivitas tersebut memberi keuntungan besar bagi bisnis makanan. Pengunjung dapat datang tanpa harus membawa kendaraan pribadi, kemudian menjelajahi beberapa titik dengan berjalan kaki. Pola seperti ini membuat pengalaman kuliner terasa lebih praktis. Bahkan, satu kunjungan dapat mencakup Blok M Hub, Blok M Square, Pasaraya, Melawai, hingga area Taman Literasi. Namun, pengunjung tetap perlu mempertimbangkan waktu kedatangan. Beberapa gerai populer dapat mengalami antrean pada jam makan atau akhir pekan. Karena itu, datang sebelum periode makan siang atau lebih awal pada sore hari bisa menjadi pilihan. Strategi sederhana tersebut membuat perjalanan kuliner terasa lebih nyaman dan tidak habis hanya untuk menunggu antrean.
Media Sosial Mempercepat Lahirnya Spot Favorit Baru
Media sosial mempunyai pengaruh besar terhadap pergerakan tren makanan di Blok M. Sebuah menu dapat menarik perhatian setelah muncul dalam video pendek, ulasan kreator, atau unggahan pengunjung. Setelah itu, rasa penasaran mendorong orang datang langsung. Efeknya terlihat dari banyaknya gerai kekinian yang menjadi bahan pembicaraan meski usianya relatif baru. Namun, popularitas digital juga membawa tantangan. Tempat yang ramai belum tentu otomatis memberikan pengalaman terbaik bagi semua orang. Selera makanan tetap bersifat pribadi. Selain itu, antrean panjang dapat memengaruhi kenyamanan. Karena itu, pengunjung sebaiknya tidak hanya mengejar konten yang sedang viral. Cobalah melihat menu, kisaran harga, lokasi, serta karakter tempat sebelum datang. Pendekatan seperti ini membuat perjalanan terasa lebih personal. Pada akhirnya, kekuatan kuliner Blok M justru terletak pada banyaknya pilihan. Pengunjung bebas menemukan favorit sendiri, bukan sekadar mengikuti tempat yang sedang ramai di linimasa.
Dari Street Food sampai Dessert Bisa Ditemukan Berdekatan
Keunikan lain Blok M adalah rentang pilihan makanannya yang luas. Pengunjung dapat menemukan makanan berat, jajanan jalanan, bakery, dessert, kopi, hingga minuman kekinian dalam kawasan yang sama. Pada 2026, beberapa publikasi kuliner mencatat hadirnya pilihan seperti Cimol Keju Barito dan minuman berbasis kelapa di Blok M Hub. Di titik lain, bakery dan dessert modern ikut menarik perhatian. Sementara itu, restoran Jepang tetap menjadi bagian kuat dari identitas Melawai yang sejak lama dikenal dengan nuansa Little Tokyo. Kombinasi tersebut membuat Blok M cocok untuk berbagai pola kunjungan. Ada orang yang datang khusus makan malam. Namun, ada pula pengunjung yang sekadar membeli camilan sambil berjalan atau nongkrong setelah pulang kerja. Dari sudut pandang bisnis, variasi tersebut membuat perputaran pengunjung berlangsung sepanjang hari. Sementara bagi pencinta kuliner, banyaknya kategori makanan memungkinkan satu kunjungan menghasilkan pengalaman rasa yang berbeda-beda.
Persaingan Ketat Membuat Gerai Harus Lebih Kreatif
Semakin ramainya Blok M tentu membawa persaingan yang lebih kuat. Sebuah gerai tidak cukup hanya mengandalkan lokasi strategis. Produk harus mempunyai identitas yang jelas agar mudah diingat. Karena itu, beberapa pemain baru menawarkan konsep berbeda, baik melalui menu, cara penyajian, maupun desain tempat. Kreativitas tersebut terlihat dari berkembangnya makanan fusion, bakery bergaya Jepang, Korean street food, hingga berbagai minuman modern. Namun, tren tetap memiliki siklus. Tempat yang ramai pada bulan ini belum tentu mendapatkan perhatian serupa beberapa bulan kemudian. Konsistensi rasa, pelayanan, kebersihan, serta harga tetap menjadi faktor penting untuk mempertahankan pelanggan. Menurut saya, kondisi ini justru sehat bagi perkembangan kuliner Blok M. Persaingan mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas. Sementara itu, konsumen memperoleh lebih banyak pilihan dan pengalaman. Gerai yang mampu menggabungkan kreativitas dengan kualitas berpeluang bertahan setelah gelombang viral berakhir.
Blok M Berkembang Menjadi Destinasi Kuliner Lintas Generasi
Perubahan Blok M memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan lama dapat memperoleh energi baru tanpa sepenuhnya meninggalkan identitasnya. Generasi yang mengenal Blok M sejak puluhan tahun lalu masih bisa menemukan sejumlah rasa familiar. Pada saat yang sama, generasi muda datang untuk mencoba restoran, dessert, kopi, dan jajanan yang baru muncul. Pertemuan dua kelompok tersebut membuat kawasan ini mempunyai karakter yang sulit ditemukan di pusat kuliner yang sepenuhnya baru. Lebih menarik lagi, titik keramaiannya tidak terkonsentrasi pada satu bangunan. Blok M Square, Pasaraya, Blok M Hub, Melawai, hingga Taman Literasi mempunyai daya tarik masing-masing. Karena itu, berburu makanan di sini terasa seperti menjelajahi sebuah distrik, bukan sekadar mendatangi food court. Selama inovasi baru tetap muncul dan tempat legendaris mampu menjaga kualitas, kuliner Blok M berpeluang terus menjadi salah satu tujuan menarik bagi pencinta makanan di Jakarta.
