Cibubur Jadi Surga Kuliner, Puluhan Jajanan Viral Berkumpul
IndoKuliner – Festival Kuliner Cibubur sedang menawarkan pengalaman menarik bagi pencinta makanan. Menjelang awal Oktober 2026, dua pusat perbelanjaan di kawasan Cibubur dan sekitarnya menggelar festival kuliner dalam waktu hampir bersamaan. Living World Kota Wisata menghadirkan Kuliner Pecinan Halal Viral pada 24 September–4 Oktober. Sementara itu, Foodphoria Festival Vol. 20 berlangsung di Trans Studio Mall Cibubur pada 25 September–4 Oktober 2026. Konsep keduanya memang berbeda. Namun, pengunjung sama-sama mendapatkan kesempatan mencoba banyak makanan dalam satu perjalanan. Mulai dari jajanan Nusantara, makanan legendaris, dessert, hingga brand viral asal Bali tersedia selama festival berlangsung. Karena itu, sebutan “surga kuliner” terasa cukup menggambarkan suasana Cibubur saat ini. Terlebih lagi, festival tersebut berlangsung hingga akhir pekan 4 Oktober, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan berkunjung.
Baca Juga: Iceberg Cheesecake Bikin Penasaran, Dessert Cantik dengan Kejutan
Living World Kota Wisata Menghadirkan Puluhan Tenant
Salah satu pusat keramaian berada di Living World Kota Wisata Cibubur. Festival Kuliner Pecinan Halal Viral berlangsung di North Lobby mulai 24 September hingga 4 Oktober 2026. Acara tersebut beroperasi pukul 10.00–22.00 WIB. Penyelenggara mempromosikan puluhan tenant dengan ratusan pilihan menu viral, autentik, dan legendaris. Daftarnya juga sangat beragam. Pengunjung dapat menemukan Pempek Lince asal Palembang, Gohyong Viral Cikini, Bakmi Bakar Dua Putri, Bakso Cuanki Bandung, Ayam Taliwang, hingga Martabak Piring Medan. Selain itu, terdapat dessert dan jajanan dari sejumlah daerah lain. Konsep seperti ini memberi keuntungan sederhana bagi pengunjung. Mereka tidak harus berpindah kota untuk mencoba berbagai makanan yang sebelumnya hanya terlihat melalui media sosial. Dalam satu area, perjalanan kuliner dapat bergerak dari Palembang hingga Bandung, Medan, Pontianak, dan daerah lainnya.
Deretan Jajanan Viral Membuat Pilihan Terasa Tidak Ada Habisnya
Daftar tenant di Living World memperlihatkan betapa luasnya variasi festival kali ini. Promosi penyelenggara mencantumkan sekitar 48 entri tenant atau menu unggulan. Ada Seblak Mamang Rafael, Rujak Bang Shultan, Ote-Ote Porong, Lemang Srikaya Tebing Tinggi, serta Bakso Goreng 3 Kaisar. Selain itu, pengunjung dapat menemukan olahan seafood, cakwe, crispy Chinese pancake, kopyor, hingga kuliner Singkawang. Namun, jumlah tersebut sebaiknya tidak dibaca sebagai jumlah pasti merek unik. Beberapa nama muncul lebih dari sekali dalam daftar promosi. Hal yang lebih penting adalah variasinya. Festival ini mempertemukan makanan yang sudah lama dikenal dengan produk yang mendapatkan popularitas melalui media sosial. Dengan demikian, pengunjung dapat membandingkan rasa klasik dan kreasi kekinian dalam satu kunjungan. Pola tersebut juga menjelaskan mengapa festival makanan modern tidak lagi terasa seperti bazar sederhana.
Trans Studio Mall Cibubur Membawa Cita Rasa Bali
Tidak jauh dari sana, Trans Studio Mall Cibubur menawarkan tema berbeda melalui Foodphoria Festival Vol. 20. Festival tersebut berlangsung di Main Atrium pada 25 September–4 Oktober 2026. Kali ini, sejumlah kuliner populer dari Bali menjadi daya tarik utama. Empat tenant yang dipromosikan sebagai special tenant adalah Gigi Susu, Filadelfia Sushi, Heavenly Chocolate Bali, dan Bibblebake. Namun, pilihannya tidak berhenti di sana. Nasi Pedas Bu Andika, Be Pancing Bali, Sanur Sunrise, Nasi Tempong Mbok Lenong, hingga Siomay Bucin Premium Dimsum Bali juga masuk dalam daftar tenant. Oleh karena itu, masyarakat Cibubur, Depok, dan sekitarnya dapat mengenal beberapa brand Bali tanpa harus terbang ke Pulau Dewata. Konsep ini sekaligus menunjukkan bagaimana festival kuliner menjadi ruang pertemuan antara produk daerah dan konsumen dari kota lain.
Gigi Susu Menjadi Salah Satu Tenant yang Menarik Antrean
Antusiasme pengunjung terlihat jelas pada salah satu tenant Foodphoria, Gigi Susu. Brand kafe dan bakery asal Canggu, Bali, tersebut mendapatkan perhatian sejak awal festival. DetikFood melaporkan pengunjung rela mengantre sekitar 30 hingga 60 menit untuk mencoba produknya. Salah satu minuman yang menjadi perhatian adalah Oat Caramel Latte. Antrean tersebut memberikan gambaran tentang kekuatan popularitas digital dalam memengaruhi keputusan konsumen. Banyak orang sebelumnya mengenal sebuah produk melalui konten media sosial. Ketika produk tersebut akhirnya hadir lebih dekat, rasa penasaran berubah menjadi kunjungan langsung. Meski demikian, antrean panjang bukan ukuran mutlak kualitas makanan. Selera tetap bersifat pribadi. Namun, fenomena Gigi Susu memperlihatkan bahwa festival dapat mempertemukan popularitas daring dengan pengalaman mencicipi produk secara langsung.
Festival Kuliner Kini Menawarkan Pengalaman Lebih dari Sekadar Makan
Festival makanan modern memiliki karakter berbeda dibandingkan bazar konvensional. Pengunjung tidak sekadar datang, membeli makanan, kemudian pulang. Penyelenggara biasanya membangun tema agar pengalaman terasa lebih terarah. Ada festival yang fokus pada makanan Nusantara. Sementara itu, acara lain membawa kuliner daerah tertentu atau jajanan yang sedang ramai di media sosial. Cibubur memperlihatkan kedua pendekatan tersebut secara bersamaan. Living World Kota Wisata membawa banyak kuliner lintas daerah. Sebaliknya, Foodphoria memberikan sorotan lebih kuat kepada produk Bali. Bagi pengunjung, model ini mempermudah proses eksplorasi. Mereka dapat mencoba beberapa makanan dalam satu lokasi. Sementara bagi tenant, festival memberikan kesempatan bertemu konsumen baru. Pusat perbelanjaan juga mendapatkan aktivitas tambahan yang dapat meningkatkan kunjungan. Karena itu, festival kuliner berkembang menjadi bagian dari pengalaman rekreasi perkotaan.
Jajanan Tradisional Bertemu Produk yang Viral di Media Sosial
Hal menarik lainnya muncul dari percampuran generasi kuliner. Festival tidak hanya menampilkan produk baru yang dibuat untuk tren internet. Beberapa tenant membawa makanan yang telah dikenal selama bertahun-tahun. Di Living World, misalnya, terdapat Lemang Srikaya Tebing Tinggi yang dipromosikan sejak 1968. Ada pula Lunpia Semarang dan kuliner khas daerah lainnya. Sementara itu, nama seperti Gohyong Viral Cikini mencerminkan sisi kuliner yang berkembang melalui popularitas digital. Pertemuan dua dunia tersebut membuat festival terasa lebih luas. Pengunjung muda dapat menemukan makanan tradisional yang mungkin belum pernah dicoba. Sebaliknya, pengunjung keluarga dapat menemukan versi baru dari pengalaman kuliner yang sudah familiar. Menurut saya, kekuatan festival seperti ini justru berada pada variasinya. Viralitas memang menarik perhatian, tetapi cerita daerah dan sejarah makanan membuat pengalaman kuliner memiliki lapisan yang lebih kaya.
Cibubur Memiliki Posisi Menarik sebagai Titik Pertemuan Konsumen
Ramainya agenda kuliner di Cibubur tidak muncul tanpa konteks. Kawasan ini terhubung dengan sejumlah wilayah berpenduduk besar. Media Cibubur mencatat mobilitas masyarakat datang dari Jakarta Timur, Depok, Bekasi, hingga Kabupaten Bogor. Selain itu, banyak kawasan perumahan berkembang di sekitar Cibubur. Kondisi tersebut menciptakan basis konsumen yang beragam. Bagi penyelenggara festival, lokasi seperti ini menawarkan peluang menjangkau pengunjung dari beberapa wilayah sekaligus. Hal tersebut terlihat dari dua festival besar yang berlangsung hampir bersamaan. Bahkan, sebelumnya Metropolitan Mall Cileungsi juga pernah menjadi lokasi Roadshow Kuliner Viral Indonesia. Karena itu, perkembangan festival makanan di kawasan tersebut tidak hanya berbicara mengenai tren makanan. Fenomena ini juga menggambarkan bagaimana pusat perbelanjaan mencari aktivitas yang mampu menarik kunjungan sekaligus memberikan pengalaman rekreasi.
Datang Bersama Teman Bisa Membuat Eksplorasi Lebih Menarik
Puluhan pilihan makanan terdengar menyenangkan, tetapi juga dapat membuat pengunjung bingung menentukan menu. Salah satu cara sederhana adalah datang bersama teman atau keluarga. Beberapa menu dapat dibeli lalu dibagi agar lebih banyak rasa bisa dicoba. Selain itu, buat daftar prioritas sebelum datang. Pilih dua atau tiga tenant utama, kemudian sisakan ruang untuk menemukan makanan secara spontan. Cara tersebut membantu menghindari pembelian berlebihan. Pengunjung juga sebaiknya mempertimbangkan waktu kedatangan. Tenant yang sedang populer dapat memiliki antrean cukup panjang, seperti yang terlihat pada Gigi Susu. Karena itu, datang lebih awal dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati festival dengan lebih santai. Selain praktis, strategi kecil seperti ini membuat pengalaman berburu makanan lebih terarah. Tujuannya bukan mencoba semuanya, melainkan menikmati beberapa pilihan yang benar-benar menarik.
Harga Tetap Perlu Diperhatikan Sebelum Berburu Banyak Menu
Antusiasme saat melihat puluhan tenant dapat membuat pengeluaran meningkat tanpa terasa. Media Cibubur mencatat bahwa beberapa stan menawarkan harga yang relatif tinggi dibandingkan jajanan biasa. Membeli satu atau dua menu mungkin masih sesuai anggaran. Namun, totalnya dapat bertambah cepat ketika pengunjung ingin mencoba banyak makanan sekaligus. Karena itu, mengecek harga sebelum memesan menjadi langkah sederhana tetapi berguna. Pengunjung juga dapat menentukan anggaran sejak awal. Selain itu, berbagi porsi bersama teman dapat membantu jika tujuan utama adalah mencicipi lebih banyak jenis makanan. Pendekatan ini membuat pengalaman kuliner tetap menyenangkan tanpa membuat pengeluaran sulit dikendalikan. Festival makanan memang dirancang untuk memancing rasa penasaran. Namun, keputusan pembelian tetap sebaiknya mempertimbangkan porsi, harga, dan makanan yang benar-benar ingin dicoba.
Akhir Pekan Ini Menjadi Kesempatan Terakhir Mengunjungi Dua Festival
Bagi masyarakat yang ingin datang, waktunya cukup terbatas. Berdasarkan jadwal yang dipublikasikan, Kuliner Pecinan Halal Viral di Living World Kota Wisata dan Foodphoria Vol. 20 di TSM Cibubur sama-sama berakhir pada Minggu, 4 Oktober 2026. Living World menjalankan festivalnya di North Lobby. Sementara itu, Foodphoria berlangsung di Main Atrium TSM Cibubur. Keduanya juga dipublikasikan beroperasi hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, jadwal tenant atau ketersediaan menu dapat berubah selama acara. Karena itu, pengunjung yang mengejar tenant tertentu sebaiknya mengecek informasi penyelenggara sebelum berangkat. Dengan dua acara berlangsung bersamaan, akhir pekan ini memberikan pilihan yang cukup luas. Pengunjung dapat mengejar kuliner Nusantara di satu lokasi atau menikmati deretan produk Bali di lokasi lainnya.
Festival Kuliner Cibubur Mengubah Jajanan Menjadi Pengalaman Wisata
Festival Kuliner Cibubur menunjukkan bahwa aktivitas berburu makanan kini semakin dekat dengan konsep wisata singkat. Pengunjung tidak perlu melakukan perjalanan antarkota hanya untuk mengenal sejumlah makanan daerah. Puluhan tenant dapat ditemukan dalam satu kawasan, sementara ratusan menu memberikan pilihan dari makanan berat hingga dessert. Living World Kota Wisata menawarkan perpaduan kuliner viral, autentik, dan legendaris dari berbagai daerah. Di sisi lain, Foodphoria TSM Cibubur membawa sejumlah nama populer dari Bali. Kedua acara tersebut berlangsung hingga 4 Oktober 2026. Kehadiran festival dalam waktu berdekatan juga memperkuat posisi kawasan Cibubur sebagai titik menarik bagi penyelenggara acara makanan. Namun, pengalaman terbaik tetap datang dari pilihan yang terencana. Tentukan menu prioritas, perhatikan anggaran, dan nikmati setiap makanan tanpa merasa harus mencoba semuanya sekaligus.
