Tempat Kuliner Kekinian di Jakarta, Dari Bakery hingga Japanese Dining

Tempat Kuliner Kekinian di Jakarta, Dari Bakery hingga Japanese Dining

IndoKulinerTempat Kuliner Kekinian di Jakarta semakin beragam memasuki September 2026. Pilihannya tidak lagi didominasi coffee shop dengan konsep serupa. Kini, pencinta kuliner dapat menemukan bakery internasional, Japanese comfort food, restoran eksperimental, hingga tea house dengan desain modern. Sejumlah pembukaan baru pada Agustus–September memperlihatkan perubahan tersebut. Salah satunya adalah kehadiran Tiong Bahru Bakery di Kelapa Gading. Sementara itu, Tokyo 2100 dan Shugen menambah pilihan Japanese dining di Jakarta Selatan. Di luar pemain baru, restoran Jepang seperti ORIJIN dan Akira Back juga hadir dengan pembaruan besar pada 2026. Fenomena ini menarik karena pengalaman makan kini tidak berhenti pada rasa. Interior, penyajian, identitas menu, dan cerita sebuah tempat ikut menjadi pertimbangan. Namun, istilah “kekinian” tentu bersifat subjektif. Dalam artikel ini, istilah tersebut merujuk pada tempat yang relatif baru, diperbarui, atau membawa konsep yang relevan dengan tren kuliner Jakarta sepanjang 2026.

Baca Juga: Restoran Baru Bermunculan, Kuliner Korea dan Jepang Makin Mendominasi

Tiong Bahru Bakery Membawa Pastry Singapura ke Kelapa Gading

Nama Tiong Bahru Bakery menjadi salah satu yang mencuri perhatian pada periode ini. Bakery asal Singapura tersebut membuka gerai pertamanya di Jakarta di Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. Kehadirannya menambah warna baru bagi tren bakery dan pastry yang terus berkembang di ibu kota. Menu yang disebut tersedia di cabang Jakarta mencakup kouign-amann, tuna melt sandwich, quiche Lorraine, croque monsieur, serta black sesame and matcha Danish. Berdasarkan laporan Nibble pada 3 September 2026, gerai tersebut belum memiliki sertifikat halal ketika artikel diterbitkan. Namun, sumber yang sama menyebut sajian saat itu sebagai no pork dan no lard. Informasi mengenai status sertifikasi tentu dapat berubah. Karena itu, pengunjung yang membutuhkan kepastian sebaiknya memeriksa informasi terbaru langsung dari pihak gerai. Menurut saya, daya tarik tempat seperti ini bukan hanya terletak pada nama internasionalnya. Teknik pastry, tekstur, dan konsistensi produk tetap menjadi alasan utama sebuah bakery mampu mempertahankan perhatian setelah euforia pembukaan mereda.

Tokyo 2100 Membawa Japanese Dining ke Nuansa Futuristis

Jika ingin mencari pengalaman yang lebih eksperimental, Tokyo 2100 menawarkan pendekatan berbeda. Restoran ini berada di Pasaraya Blok M, tepatnya di Jalan Iskandarsyah II, Melawai. Konsep interiornya mengambil imajinasi Tokyo pada tahun 2100. Oleh sebab itu, unsur metalik dan nuansa futuristis menjadi bagian penting dari identitas ruang. Makanannya tetap berangkat dari inspirasi Jepang, tetapi penyajiannya dibuat lebih modern. Salah satu menu yang diperkenalkan adalah Omega 2100. Sushi roll tersebut menggunakan smoked salmon dan creamy cheese, kemudian dilengkapi kani mentai. Konsep seperti ini memperlihatkan bagaimana Japanese dining di Jakarta terus bergerak. Restoran tidak selalu mengejar reproduksi makanan Jepang yang tradisional. Sebaliknya, sebagian tempat memilih interpretasi kontemporer untuk menciptakan pengalaman baru. Bagi pengunjung, konsep tersebut juga memberikan pilihan yang berbeda dari sushi bar atau izakaya konvensional. Meski demikian, kualitas rasa tetap menjadi faktor yang lebih penting daripada interior fotogenik.

Shugen Mengambil Jalur Japanese Comfort Food yang Lebih Santai

Tidak jauh dari tren Japanese dining modern, Shugen hadir dengan karakter yang lebih santai. Restoran ini berlokasi di Urban Forest Cipete, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Konsepnya berfokus pada Japanese comfort food dengan interior modern yang tetap membawa elemen Jepang. Pilihan menunya cukup familiar. Ada crispy salmon mentai don, tempura, chicken katsu curry, chicken nanban donburi, hamburg chahan, gyoza, udon, karaage, dan agedashi tofu. Pendekatan tersebut membuat Shugen berbeda dari restoran Jepang yang mengandalkan omakase atau fine dining. Pengunjung dapat datang untuk menikmati makanan yang lebih kasual tanpa kehilangan identitas kuliner Jepang. Menariknya, model restoran seperti ini menunjukkan luasnya pasar Japanese food di Jakarta. Ada ruang untuk pengalaman premium, tetapi ada pula kebutuhan terhadap makanan yang sederhana dan familiar. Karena itu, Tempat Kuliner Kekinian di Jakarta tidak selalu harus menghadirkan teknik rumit. Terkadang, menu yang mudah dipahami dengan suasana nyaman justru memiliki daya tarik lebih luas.

ORIJIN Menggabungkan Sejarah Panjang dengan Wajah Baru

ORIJIN Japanese Dining membawa cerita yang berbeda karena akarnya jauh lebih panjang daripada banyak restoran baru 2026. Restoran di Sari Pacific Jakarta, Autograph Collection, ini melakukan soft opening pada Februari dan merayakan grand opening pada 5 Juni 2026. Sejarah restoran Jepang di hotel tersebut dapat ditelusuri hingga 1976. Dalam perjalanannya, identitasnya pernah hadir sebagai Furusato, Keyaki, kemudian The Japanese sebelum memasuki era ORIJIN. Versi terbaru mempertahankan elemen Japanese dining seperti robatayaki dan teppanyaki dalam suasana yang diperbarui. Grand opening bahkan menghadirkan koto, taiko, Kagami Biraki, dan pertunjukan budaya Jepang. Menurut saya, ORIJIN menjadi contoh menarik bahwa kata “kekinian” tidak harus berarti meninggalkan masa lalu. Sebaliknya, sebuah restoran dapat memperbarui ruang dan pengalaman sambil mempertahankan jejak sejarahnya. Bagi Jakarta, kombinasi antara warisan dan pembaruan seperti ini memberikan alternatif dari restoran yang benar-benar dibangun dari nol.

Akira Back Kembali dengan Pemandangan Jakarta dari Ketinggian

Pilihan Japanese dining premium juga bertambah melalui kembalinya Akira Back Jakarta. Restoran tersebut membuka lokasi barunya di lantai 100 Autograph Tower, Thamrin Nine. Chef Akira Back sebelumnya membawa restoran bernamanya ke Jakarta pada 2014. Kini, konsep tersebut kembali dengan contemporary Japanese cuisine dan panorama kota sebagai bagian dari pengalaman bersantap. Lokasi barunya diperkenalkan pada Agustus 2026. Kehadiran restoran di ketinggian seperti ini menunjukkan bahwa pengalaman kuliner premium semakin menggabungkan makanan dengan lokasi. Dengan kata lain, tamu tidak hanya datang untuk menu. Pemandangan, desain ruang, dan atmosfer ikut membentuk nilai pengalaman. Meski demikian, lokasi spektakuler tentu bukan pengganti kualitas makanan. Justru ekspektasi terhadap dapur menjadi lebih tinggi ketika sebuah restoran menawarkan positioning premium. Bagi pencinta Japanese dining yang mencari suasana khusus, konsep ini memberikan pilihan berbeda dari restoran Jepang kasual yang banyak tersebar di pusat perbelanjaan Jakarta.

Sunday Garage Club Menawarkan Pengalaman Home Cafe

Tren kuliner Jakarta juga bergerak ke skala yang lebih intim. Sunday Garage Club di kawasan Pasar Minggu menjadi salah satu contohnya. Tempat ini memanfaatkan halaman dan garasi rumah sebagai area semi-outdoor serta outdoor. Kapasitasnya lebih terbatas dibandingkan restoran besar. Namun, karakter tersebut justru menciptakan suasana yang berbeda. Menunya dibuat sederhana dan familiar. Pilihannya mencakup garlic salt bread, poffertjes, roti bakar, singkong goreng ketumbar, cupcakes, cake, dan cookies. Sementara itu, minumannya berkisar dari teh Jawa sampai kopi susu gula Jawa. Konsep home cafe menunjukkan bahwa sebuah Tempat Kuliner Kekinian di Jakarta tidak selalu membutuhkan interior mahal atau ruang luas. Pengalaman yang terasa personal juga dapat menjadi daya tarik. Selain itu, tempat berukuran kecil biasanya mempunyai karakter visual yang lebih spesifik. Namun, calon pengunjung perlu mempertimbangkan keterbatasan tempat duduk. Pada jam ramai, pengalaman yang terasa tenang pada foto belum tentu sama ketika kapasitas sedang penuh.

Bloomoo Menunjukkan Tea House Mulai Mendapat Panggung

Coffee shop masih mudah ditemukan di Jakarta. Namun, tea house mulai menawarkan alternatif yang semakin menarik. Bloomoo Tea House hadir di lantai dua Tanatap Matraman dengan pendekatan gallery-like dan interior bernuansa pastel. Tempat ini mulai diperkenalkan pada akhir Agustus 2026. Alih-alih menjadikan kopi sebagai menu utama, Bloomoo berfokus pada minuman berbasis teh. Pilihannya antara lain ceremonial matcha latte, hojicha latte, jasmine milk tea, oolong milk tea, dan sea salt jasmine milk tea. Selain itu, tersedia kreasi seperti yuzu jasmine soda serta longan oolong tea. Perubahan ini memperlihatkan bahwa budaya nongkrong tidak harus selalu berpusat pada espresso. Matcha, hojicha, dan oolong memberikan spektrum rasa berbeda. Di sisi lain, desain interior tetap memainkan peran besar karena tea house modern juga berfungsi sebagai ruang sosial. Bagi konsumen, semakin beragamnya format seperti ini membuat pilihan tempat berkumpul tidak lagi terasa monoton.

Glodok Ikut Diramaikan Dessert Modern Thankyou Tangyuan

Glodok identik dengan banyak kuliner yang sudah bertahan lama. Namun, kawasan tersebut juga menerima pemain baru. Thankyou Tangyuan di Jalan Kemenangan Raya menjadi contoh menarik. Tempat dessert bergaya sederhana ini mengangkat tangyuan, yaitu bola ketan yang dikenal dalam tradisi kuliner Tionghoa. Variasinya kemudian dibuat lebih luas dengan isian black sesame, pistachio, cokelat, kacang tanah, hingga salted egg. Tangyuan dapat dipadukan dengan fresh milk, teh, es serut, atau milk tea. Nibble mencatat tempat tersebut sebagai salah satu spot dessert baru yang ramai diperbincangkan pada September 2026. Menurut saya, keberadaannya menunjukkan pola yang menarik dalam perkembangan kuliner Jakarta. Makanan tradisional tidak harus kehilangan identitas ketika dibawa ke format yang lebih modern. Sebaliknya, kreativitas dapat muncul dari cara penyajian dan pilihan rasa. Hal tersebut juga membuat kawasan kuliner lama seperti Glodok tetap relevan di tengah munculnya pusat-pusat lifestyle baru di bagian Jakarta lainnya.

Pilihan Kuliner Baru Tidak Hanya Datang dari Jepang dan Bakery

Meskipun bakery dan Japanese dining menonjol, perkembangan kuliner Jakarta jauh lebih beragam. Sanjiva di The Orient Jakarta, misalnya, mengusung makanan Indonesia kontemporer dengan storytelling di balik hidangannya. Pilihan menu yang dilaporkan mencakup nasi kapau, ayam ketumbar Semarang, short ribs rawon, hingga ikan baung asam pedas. Sementara itu, Minari di kawasan Wolter Monginsidi membawa seolleongtang, sup sapi Korea, sebagai salah satu fokusnya. Ada pula Dim Sea di Adityawarman yang menggabungkan dimsum dengan pilihan live seafood. Keragaman tersebut penting karena menunjukkan bahwa tren Jakarta tidak bergerak dalam satu arah. Restoran dapat mengambil inspirasi lokal maupun internasional, kemudian mengemasnya untuk kebutuhan konsumen urban. Karena itu, menyebut satu jenis makanan sebagai satu-satunya tren dominan akan terlalu menyederhanakan situasi. Justru kekuatan Jakarta terletak pada banyaknya konsep yang berkembang secara bersamaan. Pengunjung akhirnya mempunyai pilihan berdasarkan selera, anggaran, lokasi, dan jenis pengalaman yang dicari.

Tempat Kekinian Tetap Perlu Dipilih Berdasarkan Pengalaman yang Dicari

Banyaknya Tempat Kuliner Kekinian di Jakarta membuat keputusan akhirnya kembali pada kebutuhan masing-masing pengunjung. Jika fokusnya pastry, gerai bakery dapat menjadi tujuan. Untuk makan santai, Japanese comfort food menawarkan pengalaman berbeda dari omakase atau contemporary fine dining. Sementara itu, home cafe dan tea house lebih cocok untuk pengunjung yang mengutamakan suasana. Lokasi juga penting. Kelapa Gading, Blok M, Cipete, Thamrin, Glodok, dan Matraman menawarkan karakter yang berbeda. Selain itu, harga, reservasi, jam operasional, serta status sertifikasi makanan perlu diperiksa sebelum berkunjung karena informasi dapat berubah. Menurut saya, tempat kuliner yang benar-benar bertahan bukan hanya yang ramai ketika baru buka. Konsistensi rasa, pelayanan, kenyamanan, dan kemampuan membangun identitas akan menentukan apakah sebuah tempat masih menarik setelah tren media sosial berganti. Pada akhirnya, perkembangan 2026 menunjukkan satu hal: lanskap kuliner Jakarta terus bergerak dan menawarkan alasan baru untuk menjelajahi kota melalui makanan.